Dinas Komunikasi, Informatika dan Persandian Kota Yogyakarta
admin, 14 November 2019 Perundungan Daring Jadi Momok Anak dan Remaja
berita

Kurangnya pengontrolan orangtua dan pendidik terhadap penggunaan media sosial di kalangan anak dan remaja seringkali memicu terjadinya perundungan  daring atau cyberbullying.  Menurut data dari UNICEF, sejumlah 41-50% anak dan remaja di Indonesia dalam rentang usia 13-15 tahun pernah mengalami tindakan perundungan daring.

Cyberbullying disebabkan antara lain oleh rasa dendam, marah, frustasi dan tidak dianggap. Selain itu juga karena mencari perhatian, iri, atau sekedar iseng,” tutur Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Persandian (Kominfosandi) Kota Yogyakarta, Ig. Trihastono pada acara workshop anti-perundungan yang diselenggarakan oleh Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Perlindungan Perempuan dan Anak (DPMPPA) Kota Yogyakarta, Kamis (14/11) pagi di Auditorium Lt.3 Dinas Penanaman dan Perizinan Kota Yogyakarta.

Lebih lanjut, Trihastono mengatakan, perundungan daring dapat berdampak buruk pada korban maupun pelaku. Dampak pada korban antara lain berupa perubahan perilaku menjadi merasa cemas, terisolasi, dan tidak puas terhadap diri sendiri, serta depresi, bahkan perasaan ingin mengakhiri hidupnya. Sementara pada pelaku, perundungan online dapat menyebabkan perasaan dihantui rasa bersalah, dan kesulitan dalam mengendalikan emosi serta sulit membangun relasi dengan orang lain.

“Perlu peran aktif guru dan orangtua dalam mencegah cyberbullying, antara lain dalam memberi pemahaman terkait cyberbullying pada peserta didik, membuat kebijakan anti-bullying dan memonitor penggunaan gawai di lingkungan sekolah. Sementara orangtua harus dapat membangun relasi yang baik dengan anaknya,” Imbuh Trihastono di hadapan 50 peserta workshop.

Sementara, Kepala Bidang Perlindungan Anak DPMPPA Kota Yogyakarta, Fatmah Rosiyati menambahkan, sekolah sebagai perangkat layanan pendidikan di mana anak-anak berinteraksi selama kurang lebih dari delapan jam menjadi salah satu tempat yang berisiko tinggi terjadinya perundungan sehingga guru sebagai pendidik utama diharapkan dapat memiliki kemampuan untuk mengidentifikasi siswa dan siswi yang rentan menjadi korban maupun pelau perundungan sehingga mampu menerapkan perlakuan yang tepat dalam mencegah perundungan.

“Sementara orangtua sebagai tempat anak belajar yang paling pertama juga berperan penting dalam menentukan apakah situasi perundungan dapat berkembang, berhenti, maupun pencegah. Hal ini yang sering luput. Orang tua tidak berusaha untuk melihat dan menghentikan perundungan selama tidak menimpa anak mereka,” ungkap Fatmah.

Lebih lanjut, Fatimah mengatakan, filosofi kekerasan menyatakan bahwa siapapun berpotensi menjadi pelaku kekerasaan sehingga perlu perang semua stakeholder, baik pemerintah, pendidik, orangtua, maupun masyarkat untuk bekerjasama dalam mencegah terjadinya perundungan.

“Pemkot menyadari bahwa negara perlu hadir untuk memberi bekal pada orangtua dan pendidik tentang pentingnya gerakan anti-perundungan untuk memastikan anak darn remaja dalam kondisi terlindungi, terpenuhi haknya, dan tidak mendapat perlakuan yang salah, inilah yang menjadi latar belakang diselenggarakannya workshop anti-perundungan,” Tambahnya.

Workshop ini sendiri diselenggarakan selama dua hari, yakni Kamis (14/11) dan Jumat (15/11) dengan peserta 100 guru Bimbingan Konseling (BK) dan komite serta orangtua murid dari 50 SD dan SMP di wilayah Kota Yogyakarta. Hadir sebagai pemateri adalah Kepala DInas Kominfosandi Kota Yogyakarta yang membawakan materi tentang perundungan daring dan Febriyanti Putri Khatulistiwa selaku Konsultan UNFPA untuk Proyek UNALA yang dengan materi mengenai Dampak dan Penanganan Perundungan di Sekolah.

“Harapannya setelah mengikuti workshop ini, peserta dapat memhami pentingnya gerakan anti­-bullying, memahami definisi dan bentuk-bentuk bullying, serta dapat mengidentifikasi dampak bullying sekaligus melakukan langkah-langkah pencegahan perilaku bullying,” tandas Fatmah. (ams)



Tinggalkan Komentar


Daftar Komentar

Search
Polling
Hasil Polling
Sangat Bermanfaat3.31%
Cukup Bermanfaat33.99%
Bermanfaat0.74%
Kurang Bermanfaat1.66%
Statistik Pengunjung
Hari Ini 24 Kemarin 398 Bulan Ini 630 Tahun Ini 13044 Total Pengunjung 167108
Agenda Rapat
Rabu / 03 Maret 2021
07:30 ~ 15:00
Zoom Meeting 7

Rabu / 03 Maret 2021
08:00 ~ 11:30
Ruang Riset Teknologi (Kominfo Lt. 2)

Rabu / 03 Maret 2021
09:00 ~ 14:00
ZOOM Meeting

Rabu / 03 Maret 2021
09:00 ~ 14:00
Zoom Meeting 8

Rabu / 03 Maret 2021
09:00 ~ 12:00
Zoom Meeting 5


Rabu / 03 Maret 2021
10:00 ~ 13:00
Zoom Meeting 6

Rabu / 03 Maret 2021
11:30 ~ 12:00
Ruang Rapat Dinas Kominfo (Kominfo Lt.1)

Rabu / 03 Maret 2021
13:00 ~ 15:00
Zoom Meeting 5

Kamis / 04 Maret 2021
07:30 ~ 11:30
ZOOM Meeting

Kamis / 04 Maret 2021
07:30 ~ 13:30
Zoom Meeting 6

Kamis / 04 Maret 2021
08:30 ~ 15:00
Zoom Meeting 5

Kamis / 04 Maret 2021
09:00 ~ 11:00
Zoom Meeting 7

Kamis / 04 Maret 2021
09:00 ~ 12:30
Zoom Meeting 8

Kamis / 04 Maret 2021
13:00 ~ 15:30
Ruang Riset Teknologi (Kominfo Lt. 2)


Jumat / 05 Maret 2021
08:30 ~ 12:00
ZOOM Meeting

Jumat / 05 Maret 2021
09:00 ~ 11:00
Zoom Meeting 5

Senin / 08 Maret 2021
08:00 ~ 15:00
Zoom Meeting 5

Selasa / 09 Maret 2021
10:00 ~ 13:00
Zoom Meeting 5

Rabu / 10 Maret 2021
10:00 ~ 13:00
Zoom Meeting 5

Kamis / 18 Maret 2021
08:00 ~ 17:00
Zoom Meeting 6

Selasa / 23 Maret 2021
07:30 ~ 15:00
Zoom Meeting 7

Video Youtube

Link Terkait